Berita & Informasi

Tujuh Guru Besar Dikukuhkan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Teguhkan Keunggulan Akademik

PENGGUKUHAN GURU BESAR UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON 2026

Tujuh Guru Besar Dikukuhkan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Teguhkan Keunggulan Akademik

Sebanyak tujuh akademisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dikukuhkan sebagai Guru Besar, menandai penguatan tradisi keilmuan dan budaya akademik kampus.

📅 Rabu, 12 Agustus 2026 📍 Pascasarjana UIN SSC  ✍️ Penggukuhan Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 
Supian Daelani Raih Gelar Doctor.

Pebggukuhan Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menjadi tonggak penting dalam memperkuat tradisi keilmuan, budaya akademik, serta kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan capaian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi dengan mengukuhkan tujuh guru besar dari berbagai bidang keilmuan. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan menjadi momentum strategis dalam memperkuat budaya akademik, produktivitas. Ketujuh akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar tersebut adalah:

  • Prof. Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag.
  • Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag.
  • Prof. Dr. H. Wasman, M.Ag.
  • Prof. Dr. Hj. Yayah Nurhidayah, M.Si.
  • Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag.
  • Prof. Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, MA
  • Prof. Dr. Wartoyo, M.S.I.

Pengukuhan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian personal bagi para akademisi, tetapi juga menjadi kebanggaan institusi. Bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian tujuh akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar. Menurutnya, jabatan profesor bukan sekadar gelar akademik, melainkan amanah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Menjadi guru besar bukanlah titik akhir dari perjalanan akademik, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para profesor diharapkan menjadi penggerak utama dalam membangun tradisi keilmuan, menghasilkan karya yang berkualitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkap Rektor

Ia menambahkan, kehadiran guru besar juga menjadi energi baru bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. zaman.

Sementara itu, Ketua Senat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag., menegaskan bahwa pengukuhan guru besar merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan akademik sebuah perguruan tinggi.

“Guru besar memiliki posisi strategis dalam menjaga marwah akademik sekaligus mengembangkan tradisi intelektual. Karena itu, pengukuhan ini harus dimaknai sebagai momentum untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu, dan menghadirkan gagasan yang memberikan kemaslahatan,” ujarnya.

Menurutnya, para guru besar memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam integritas akademik, penelitian, pengembangan ilmu, dan pembinaan generasi akademisi berikutnya.

Wakil Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. E. Sugianto, M.H., menyampaikan bahwa "pengukuhan tujuh guru besar menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem akademik, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah." Menurutnya, keberadaan guru besar harus mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap perkembangan institusi dan menjadi penggerak lahirnya berbagai inovasi keilmuan.

Dari sisi kelembagaan, dan menjadi inspirasi bagi sivitas Akademika, yaitu Kepala Bagian Sub.Bagian Umum Pascasarjana Nasrullah, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa bertambahnya guru besar menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh sivitas akademika.

"Pengukuhan tujuh guru besar ini menjadi bukti bahwa budaya akademik terus tumbuh dan berkembang. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas, produktivitas, serta kontribusi dalam bidang keilmuan,” tuturnya., Ia berharap para guru besar yang dikukuhkan dapat terus memberikan kontribusi dalam pengembangan program akademik dan memperkuat reputasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing guru besar juga menyampaikan refleksi atas perjalanan akademik yang telah ditempuh serta komitmen untuk terus mengembangkan keilmuan.

Prof. Dr. H. Wasman, M.Ag. menekankan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas akademik.

"Keilmuan harus berjalan beriringan dengan integritas. Seorang akademisi tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga mampu memberikan keteladanan.” Ujarnya. 

Prof. Dr. Hj. Yayah Nurhidayah, M.Si. menyampaikan bahwa perkembangan zaman menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai akademik.

"Transformasi zaman harus kita jawab dengan inovasi keilmuan. Perguruan tinggi harus mampu menghadirkan pengetahuan yang relevan sekaligus tetap berpijak pada nilai dan etika.”Ujarnya

Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag. menegaskan pentingnya membangun ekosistem akademik yang produktif dan kolaboratif.

"Guru besar tidak boleh berhenti pada pencapaian individual. Kita harus membangun kolaborasi, melahirkan penelitian, dan membuka ruang bagi tumbuhnya akademisi-akademisi baru.” Ujar

Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag. memandang pengukuhan sebagai amanah untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan pembinaan generasi akademik.

"Menjadi guru besar merupakan amanah untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan serta generasi yang akan datang.”Ungkapnya.

Prof. Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag. menegaskan pentingnya menjadikan ilmu sebagai sarana untuk memberikan manfaat yang luas.

“Gelar profesor harus menjadi pengingat bahwa ilmu memiliki tanggung jawab sosial. Apa yang kita kembangkan di ruang akademik harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ungkapnya

Prof. Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, MA menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus mampu menjawab persoalan kemanusiaan.

“Keilmuan akan memiliki makna ketika mampu membaca persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi yang berkeadilan, humanis, dan memberikan kemaslahatan.” ujarnya

Sementara Prof. Dr. Wartoyo, M.S.I. menyoroti pentingnya inovasi dan penguatan kapasitas akademik dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Era perubahan menuntut akademisi untuk terus berinovasi. Guru besar harus hadir sebagai bagian dari solusi dan menjadi penggerak lahirnya gagasan-gagasan baru.” Ujarnya.

Pengukuhan tujuh guru besar menjadi momentum penguatan fondasi akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Para profesor diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu, penelitian, inovasi, serta pembinaan generasi akademik.

Tujuh guru besar, satu komitmen: mengabdi melalui ilmu untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan peradaban.

#PascasarjanaUINSSC #PENGGUKUHAN #GURU BERSAR #Cirebon
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas