Transformasi Digital Jadi Kunci Pengembangan Masyarakat Islam Berkelanjutan, UIN Siber Gelar International Studium General
Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar studi umum internasional sebagai satu langkah menuju masa depan akademika yang mendunia.

Internasional Studium General Pengembangan Masyarakat Islam Pascasarjana
Program Magister Pengembangan Masyarakat Islam Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon akan menggelar International Studium General bertema “Digital Transformation and Sustainable Islamic Community Development: Strengthening Social Innovation, Inclusion, and Global Collaboration”, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring (hybrid), bertempat di Siber Building lantai 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan dapat diikuti secara online melalui Zoom. Forum ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi, di antaranya Raison Dimaampao Arobinto, SCL., MAIS., MPOP. ( Shari'ah Counselor and Trade and Invesment Specialist and Halal Industry Development Expert), Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, S.Sos., M.Si. (Chairman of the Indonesian Association of Islamic Community Development, and Lecturer at the Islamic Community Development Program, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H. (Deputy Director of the Postgraduate Program) serta Dr. Hj. Mumun Munawaroh, M.Si. ( Head of The Master's Program In Islamic Community Development).
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Magister PMI, Dr. Hj. Mumun Munawaroh, M.Si., menegaskan komitmen program studi dalam menghubungkan inovasi teknologi dengan pemberdayaan masyarakat.

"This International Studium General serves as a pivotal academic bridge connecting global digital innovation with local community empowerment. We aim to equip our students with transformative perspectives, enabling them to design inclusive, sustainable, and tech-driven solutions for the challenges facing modern Islamic societies," ungkap Dr. Mumun dalam penyampaiannya.

Nasrullah, S.Ag., M.Pd. (Head of The Postgraduate Sub-division) menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan secara hybrid menjadi langkah strategis untuk memperluas akses dan partisipasi sivitas akademika.

“Melalui format luring dan daring, International Studium Generale ini diharapkan dapat menjangkau peserta secara lebih luas sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan tanpa batas geografis. Transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperkuat inovasi sosial dan pembangunan masyarakat Islam yang inklusif serta berkelanjutan,” ungkapnya.
International Studium Generale tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara akademisi, praktisi, serta mahasiswa dalam merespons dinamika pembangunan masyarakat Islam di era digital. Pembahasan mengenai transformasi digital, inovasi sosial, inklusi, dan kolaborasi global diharapkan mampu memperkaya perspektif mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya gagasan baru yang aplikatif bagi pengembangan masyarakat Islam yang adaptif terhadap tantangan masa depan.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh para peserta acara. dr. Neni Sukriyani, seorang dokter sekaligus anggota 'Aisyiyah Kabupaten Cirebon yang hadir dalam forum tersebut, menilai bahwa pesan utama kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
"Pengelolaan sampah itu sangat sulit kalau tidak kita mulai dari rumah tangga. Harus ada keterlibatan aktif umat Islam dan komunitas dalam mengatasi masalah lingkungan secara nyata," ungkap dr. Neni.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Neni juga menceritakan langkah nyatanya dalam mengolah sampah organik lewat budidaya maggot di lingkungan sekitar.
"Dari sampah organik bisa menjadi siklus yang berkesinambungan—menghasilkan pupuk dan pakan ternak. Ini bukan cuma soal kebersihan, tapi juga membantu perekonomian dan ketahanan pangan," tambahnya.