
BANDUNG — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat perannya dalam mendukung pendidikan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan benchmarking dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di PAUD TK Bunda Ganesa ITB Bandung, Selasa (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkaya inovasi pendidikan anak usia dini dengan mengusung konsep PAUD Cinta Lingkungan, yang menitikberatkan pada penanaman nilai-nilai ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan sejak masa emas pertumbuhan anak.
Rombongan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dipimpin oleh para akademisi lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Abdul Aziz, S.M., M.Ag. dan Sri Rokhlinasari, M.Si. dari Program Doktor Ekonomi Syariah, serta Dr. Huriyah, M.Pd. dari Magister Manajemen Pendidikan Islam dan Dr. Nurlela, M.Ag. dari Magister Pendidikan Agama Islam. Kehadiran mereka disambut oleh Kepala Litbang Yayasan Bunda Ganesa ITB, Iis Faridah, S.Si., M.Pd., bersama Kepala PAUD TK Bunda Ganesa ITB, Susi Hindayani, S.Pd., Gr., beserta jajaran tenaga pendidik.
Dalam kegiatan tersebut, tim UIN Siber Cirebon melakukan school tour untuk melihat secara langsung sistem pengelolaan PAUD yang telah menjadi salah satu rujukan dalam pendidikan anak usia dini. Berbagai fasilitas pembelajaran diamati, mulai dari ruang kelas interaktif, area bermain luar ruang, hingga sarana edukasi kreatif yang dirancang untuk mendukung perkembangan anak. Delegasi juga mempelajari pengelolaan layanan daycare yang menerima anak sejak usia tiga bulan dengan sistem pendampingan profesional, lingkungan yang higienis, serta kurikulum yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Diskusi yang berlangsung antara kedua institusi menitikberatkan pada pentingnya membangun kesadaran mengenai ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan sejak usia dini. Para peserta sepakat bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan harus dilakukan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. Anak-anak diajak mengenal proses menanam dan merawat tanaman, memahami asal-usul bahan pangan sehat, serta membiasakan perilaku menjaga kebersihan dan memilah sampah. Pendekatan experiential learning atau belajar melalui pengalaman dinilai mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan secara lebih efektif dibandingkan pembelajaran yang hanya bersifat teoritis.
Hasil benchmarking ini diharapkan menjadi referensi bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan kurikulum, memperkuat penelitian, serta merancang program pengabdian kepada masyarakat yang lebih inovatif. Melalui sinergi antara nilai-nilai keislaman, ekonomi syariah, pendidikan, dan pelestarian lingkungan, konsep PAUD Cinta Lingkungan diharapkan dapat diterapkan di berbagai daerah sebagai model pendidikan yang mampu melahirkan generasi religius, berkarakter, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.