AFIYATUN KHOLIFAH RAIH GELAR DOKTOR, TAWARKAN MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PESANTREN DI UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON.
Afiyatun Kholifah resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam Sidang Ujian Terbuka di Auditorium Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Gambar 1: Gedung Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tempat berlangsungnya ujian terbuka.
Afiyatun Kholifah resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam Sidang Ujian Terbuka di Auditorium Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (30/6/2026). Sidang ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam melahirkan akademisi yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul "Pengembangan Model Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Pesantren untuk Meningkatkan Perilaku Islami Siswa di Madrasah Aliyah Kota Cirebon."

Gambar 2: Presentasi disertasi mengenai pengembangan model pendidikan karakter berbasis nilai-nilai pesantren.
Sidang ujian terbuka dipimpin oleh Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., selaku Ketua Sidang dan Prof. Dr. H. Ilman Nafi'a, M.Ag., sebagai Sekretaris Sidang. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., sebagai Promotor Utama, didampingi Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag., sebagai Promotor Pendamping I dan Dr. Akhmad Affandi, M.Ag., sebagai Promotor Pendamping II. Sementara itu, tim pengujian akademik dilakukan oleh Prof. Dr. H. Farihin, M.Pd., (Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Guru Besar bidang Administrasi Pendidikan, dan Ketua DKM Masjid Al Husna Griya Sunyaragi Permai), Dr. H. Iwan, M.Ag., Dr. Tosuerdi, SH., M.Pd.I., (Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Mantan PJS Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, serta Pengasuh Pondok Pesantren Kanzul Ulum), dan Dr. Farid Wajdi, M.M.Pd.

Gambar 3: Penjemputan promvendus
Disertasi ini diharapkan menjadi referensi ilmiah dan alternatif inovasi dalam pengembangan pendidikan karakter di madrasah maupun lembaga pendidikan Islam lainnya. Hasil riset ini diharapkan mampu menjembatani tradisi keislaman pesantren dengan sistem pendidikan modern di tingkat menengah.