Riset Akademisi Pascasarjana UIN Siber Cirebon Ungkap Pentingnya Co-Innovation dan Absorptive Capacity dalam Akselerasi Produk Industri Kecil
Sektor industri kecil memegang peranan krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, keterbatasan sumber daya, minimnya inovasi, serta lambatnya kecepatan meluncurkan produk baru kerap menjadi hambatan utama bagi industri kecil untuk bersaing dengan perusahaan besar. Menjawab tantangan tersebut, penelitian terbaru karya tim akademisi yang dipimpin oleh Dr. Fadhlan Ridhwana Sujana (UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon) bersama Fansuri Munawar (Universitas Widyatama), Kahfi Gunardi, dan Ardi Susanto (UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon) memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi pengembangan sektor industri kreatif dan manufaktur skala kecil.
Studi berjudul "The Role of Co-Innovation and Absorptive Capacity on Speed of Innovation and Its Impact on New Product Performance in the Small Sector Industry" ini resmi dipublikasikan pada jurnal ilmiah JEKOMBITAL (Jurnal Ekonomi Kreatif dan Manajemen Bisnis Digital) Volume 5 Nomor 1 (Agustus 2026). Penelitian ini mengeksplorasi secara mendalam bagaimana kolaborasi inovasi (co-innovation), kapasitas penyerapan pengetahuan (absorptive capacity), dan kecepatan inovasi (speed of innovation) saling memengaruhi performa produk baru.
Peran Penting Kolaborasi (Co-Innovation) dan Kecepatan Inovasi
Berdasarkan survei empiris terhadap 134 pelaku usaha industri kecil di wilayah Jawa Barat yang mencakup sektor kerajinan, tekstil/sepatu, makanan-minuman, serta aneka industri, pengujian menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan temuan yang signifikan:
- Pengaruh Positif Co-Innovation: Praktik co-innovation—yaitu kolaborasi bersama pemasok, pelanggan, pesaing, hingga perguruan tinggi—terbukti secara langsung meningkatkan kecepatan inovasi produk baru (β = 0,185; p = 0,01) serta mendongkrak kinerja penjualan produk baru di pasar (β = 0,272; p = 0,01).
- Dampak Kecepatan Inovasi (Speed of Innovation): Kecepatan dalam merespons pasar dan mempercepat proses pengembangan produk baru memberikan kontribusi dominan terhadap keberhasilan performa produk (β = 0,573; p < 0,01). Pelaku usaha yang mampu hadir lebih cepat di pasar memperoleh keunggulan sebagai first-mover.
Absorptive Capacity: Kunci Memaksimalkan Pengetahuan Eksternal
Hal baru (novelty) yang diangkat dalam penelitian ini adalah membuktikan peran absorptive capacity (kapasitas penyerapan) sebagai variabel moderasi. Hasil analisis memperlihatkan bahwa absorptive capacity secara signifikan memperkuat hubungan antara co-innovation dan kecepatan inovasi (β = 0,137; p < 0,05).
Artinya, kolaborasi inovasi dengan pihak luar saja tidak cukup. Pelaku industri kecil harus memiliki kemampuan internal untuk menyerap, mengasimilasi, dan mengaplikasikan ilmu atau pengetahuan baru yang diperoleh dari mitra eksternal. Semakin tinggi kapasitas penyerapan pengetahuan suatu usaha, maka dampak kolaborasi terhadap kecepatan inovasi dan performa produk akan semakin terakselerasi.
“Industri kecil tidak bisa lagi berdiri sendiri. Kolaborasi bersama berbagai mitra eksternal serta peningkatan kapasitas internal dalam mengelola pengetahuan baru menjadi strategi kunci agar inovasi dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan memiliki daya saing tinggi di pasar.” — Dr. Fadhlan Ridhwana Sujana, Peneliti Utama Pascasarjana UIN Siber Cirebon.
Rekomendasi Manajerial dan Keseimbangan Mutu
Penelitian ini memberikan implikasi praktis penting bagi para pelaku usaha kecil dan pembuat kebijakan:
- Membangun Jejaring Inovasi: Menggandeng pelanggan dan pemasok dalam perancangan produk dapat mengurangi biaya riset, menekan risiko kegagalan, serta memastikan produk sesuai tren kebutuhan pasar.
- Menjaga Keseimbangan (Equipoise): Meskipun kecepatan inovasi sangat krusial, perusahaan harus tetap menjaga keseimbangan antara kecepatan peluncuran dengan efisiensi biaya dan kualitas produk agar tidak menurunkan kepuasan konsumen.
- Penguatan Kapasitas SDM: Mengembangkan kemampuan manajerial dan ketangkasan SDM internal agar mampu mengolah ide-ide dari luar menjadi produk komersial yang unggul.
Sumber : https://transpublika.co.id/ojs/index.php/JEKOMBITAL/article/view/1219/936