Berita & Informasi

Prof. Dr. H. Ilman Nafia, M.Ag. Kepala Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

PROFIL DOSEN PASCASARJANA UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON : MENAPAKI JEJAK INTELEKTUAL DAN KEPEMIMPINAN DALAM MEMBANGUN TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA SIBER

PROFIL DIREKTUR  PASCASARJANA UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON: Menapaki Jejak Intelektual dan Kepemimpinan dalam Membangun Transformasi Pendidikan Islam di Era Siber

▣ 04 November 2026
|
● Pascasarjana UIN Siber
|
⌖ Cirebon
Sidang Tertutup Disertasi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Cirebon, 04 November 2026, 

Guru Besar dalam Pengembangan Pendidikan Islam dan Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafia, M.Ag.

Perjalanan seorang akademisi tidak hanya diukur dari pencapaian gelar pendidikan maupun jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari kontribusi pemikiran, pengabdian, serta komitmennya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Prinsip tersebut tercermin dalam perjalanan Prof. Dr. H. Ilman Nafia, M.Ag. seorang Guru Besar sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon. Lahir di Cirebon pada 20 Desember 1972, beliau merupakan akademisi yang menapaki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan tinggi, penelitian, organisasi, dan kepemimpinan kelembagaan.

Dengan bidang keahlian Sosiologi Agama, Prof. Ilman Nafia memiliki perhatian akademik terhadap berbagai persoalan keagamaan dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Perjalanan intelektualnya memperlihatkan bagaimana pendidikan, pengalaman organisasi, serta keterlibatan dalam penelitian menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membentuk kapasitas seorang akademisi. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah kepemimpinan, khususnya dalam mengembangkan Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai lingkungan akademik yang produktif, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan responsif terhadap perubahan zaman.

Perjalanan Pendidikan: Membangun Fondasi Keilmuan dan Intelektualitas

Komitmen terhadap dunia pendidikan telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Prof. Ilman Nafia. Hal tersebut tercermin melalui jenjang pendidikan yang ditempuh secara berkesinambungan. Beliau memulai pendidikan tinggi dengan mengambil Program Studi Pendidikan Agama Islam (S1) di IAIN Cirebon dan berhasil menyelesaikannya pada 1995. Pendidikan tersebut menjadi fondasi awal dalam memahami hubungan antara nilai-nilai keislaman, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.

Keinginan untuk memperluas wawasan keilmuan kemudian mendorong beliau melanjutkan pendidikan Magister (S2) Studi Islam di UIN Sumatera Utara. Gelar magister berhasil diraih pada 1998. Tidak berhenti pada pencapaian tersebut, beliau kembali melanjutkan studi ke jenjang Doktor (S3) Studi Islam di UIN Jakarta dan menyelesaikannya pada 2008.

Perjalanan pendidikan dari Cirebon, Sumatera Utara, hingga Jakarta menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan kapasitas akademik. Penguasaan keilmuan Studi Islam yang dipadukan dengan perspektif Sosiologi Agama menjadi landasan dalam mengkaji persoalan keagamaan secara lebih luas, tidak hanya dari aspek normatif, tetapi juga melalui realitas sosial, budaya, dan dinamika kehidupan masyarakat.

Pengalaman akademik tersebut turut memperkuat kiprahnya sebagai seorang pendidik dan peneliti. Bagi Prof. Ilman Nafia, pengembangan ilmu pengetahuan merupakan proses yang terus berlangsung. Hal ini terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai penelitian, penulisan karya ilmiah, serta pengembangan gagasan yang berkaitan dengan tantangan pendidikan Islam kontemporer.

Menapaki Pengalaman Kepemimpinan dan Manajerial Perguruan Tinggi

Selain dikenal melalui aktivitas akademik dan penelitian, Prof. Ilman Nafia juga memiliki pengalaman panjang dalam bidang kepemimpinan dan manajerial perguruan tinggi. Pengalamannya dimulai ketika dipercaya menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian periode 2010–2014. Dalam posisi tersebut, beliau berada pada lingkungan yang berkaitan erat dengan pengembangan budaya riset dan penguatan kegiatan penelitian di perguruan tinggi.

Perjalanan kepemimpinannya berlanjut ketika beliau dipercaya menjadi Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) periode 2015–2019. Amanah tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan tata kelola fakultas, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan kualitas akademik.

Selanjutnya, pada periode 2019–2022, Prof. Ilman Nafia mengemban tugas sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Jabatan ini memberikan ruang pengabdian yang lebih luas, terutama dalam aspek pengembangan kemahasiswaan dan hubungan kelembagaan. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika beliau dipercaya menjadi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan periode 2023–2025.

Berbagai posisi strategis tersebut memperlihatkan keluasan pengalaman beliau dalam memahami tata kelola perguruan tinggi. Mulai dari pengembangan penelitian, pengelolaan fakultas, urusan kemahasiswaan, kerja sama, hingga administrasi dan perencanaan kelembagaan, seluruhnya menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan yang membentuk perspektif menyeluruh terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Puncak perjalanan kepemimpinan tersebut berlanjut dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon periode 2025–2027. Amanah ini menempatkan beliau pada posisi strategis dalam mengarahkan pengembangan pendidikan jenjang magister dan doktor, sekaligus memperkuat peran Pascasarjana sebagai pusat pengembangan keilmuan, penelitian, dan pemikiran akademik.

Produktivitas Penelitian: Mengembangkan Kajian Keislaman dalam Perspektif Global

Dalam dunia akademik, penelitian merupakan salah satu instrumen penting untuk menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan masyarakat. Bagi Prof. Ilman Nafia, aktivitas penelitian menjadi bagian dari komitmen intelektual yang terus dikembangkan. Fokus penelitiannya mencakup isu-isu keislaman, identitas Muslim, moderasi beragama, kohesi sosial, pemberdayaan perempuan, serta transformasi pendidikan tinggi.

Dalam tiga tahun terakhir, sejumlah penelitian yang dipimpinnya memperlihatkan perhatian terhadap persoalan sosial dan keagamaan yang berkembang di tingkat nasional maupun internasional. Pada 2024, beliau memimpin penelitian berjudul The Contribution of Women Leaders in Indonesian & Malaysian Universities to Preventing and Addressing Sexual Violence. Penelitian tersebut mengkaji kontribusi pemimpin perempuan di lingkungan perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia dalam upaya pencegahan serta penanganan kekerasan seksual.

Pada 2025, perhatian penelitiannya berkembang pada isu diaspora perempuan Muslim melalui penelitian berjudul Harmony Beyond Borders: Muslim Diaspora Women’s Role in Promoting Religious Moderation & Social Cohesion in Morocco. Kajian tersebut mengangkat peran perempuan Muslim diaspora dalam membangun moderasi beragama dan memperkuat kohesi sosial di Maroko. Penelitian ini menunjukkan perhatian terhadap dinamika kehidupan Muslim di ruang lintas negara serta kontribusi perempuan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

Sementara itu, pada 2026, beliau memimpin penelitian berjudul Negotiating Muslim Identity in Chinese Vocational Higher Education: International Students' Religious Practices, Halal Access, and Institutional Constraints. Penelitian tersebut mengkaji identitas Muslim di lingkungan pendidikan tinggi vokasi Tiongkok, terutama berkaitan dengan praktik keagamaan mahasiswa internasional, akses terhadap kebutuhan halal, serta berbagai keterbatasan institusional yang dihadapi.

Ketiga penelitian tersebut memperlihatkan kesinambungan perhatian akademik terhadap hubungan antara agama, identitas, perempuan, pendidikan, dan kehidupan sosial dalam konteks masyarakat global. Melalui penelitian lintas negara, Prof. Ilman Nafia turut memperluas perspektif kajian keislaman dengan menghadirkan pembahasan yang relevan terhadap perubahan masyarakat kontemporer.

Publikasi Internasional: Menghadirkan Pemikiran dalam Forum Keilmuan Global

Produktivitas akademik Prof. Ilman Nafia juga tercermin melalui berbagai publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus. Karya-karya tersebut mengangkat beragam tema yang berkaitan dengan pendidikan Islam, psikologi Islam, moderasi beragama, identitas keagamaan, hingga transformasi sosial.

Salah satu publikasi yang relevan dengan perkembangan kelembagaan UIN Siber Cirebon berjudul Transforming Islamic Higher Education: Integrating Islamic Values & Digital Technology at UIN Siber Cirebon. Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Peuradeun tersebut membahas integrasi nilai-nilai Islam dan teknologi digital dalam transformasi pendidikan tinggi Islam. Tema ini memiliki relevansi dengan perkembangan perguruan tinggi yang semakin dituntut untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan landasan nilai dan karakter keislaman.

Selain itu, beliau juga menghasilkan publikasi berjudul Unique Rifaiyah Interpretations of the Pillars of Islam: Analyzing Their Social and Religious Implications in Indonesia. Artikel tersebut mengangkat kekhasan interpretasi ajaran Islam dalam komunitas Rifaiyah serta implikasi sosial dan keagamaannya di Indonesia.

Pada bidang keluarga Muslim dan komunikasi, terdapat artikel Digitally Connected, Spiritually Rooted: Mubadalah and The Ethics of Communication in Contemporary Muslim Family in Indonesia. Karya tersebut mengangkat hubungan antara perkembangan komunikasi digital, nilai spiritual, dan etika komunikasi dalam kehidupan keluarga Muslim kontemporer.

Perhatian terhadap ketahanan keluarga juga terlihat dalam publikasi Heading To Reciprocity in Islamic Psychology: Coping Adaptive Strategy for Family Resilience During the Pandemic. Sementara itu, kajian mengenai psikologi Islam dikembangkan melalui artikel Trajectory of Islamic Psychology in Southeast Asia: Problems and Prospects.

Dalam konteks ketahanan individu dan kehidupan keagamaan, beliau turut menghasilkan karya Islamic Resilience as Spiritual and Psychological Coping Strategies for Muslims During Covid-19 Pandemic. Adapun perhatian terhadap persoalan radikalisme tercermin dalam publikasi Mitigating Radicalism Amongst Islamic College Students in Indonesia Through Religious Nationalism.

Karya lainnya berjudul The Role of Cirebon Women Ulama in Countering Religious Radicalism, yang mengangkat peran ulama perempuan Cirebon dalam menghadapi radikalisme keagamaan. Selain itu, terdapat pula artikel Criticizing Montessori’s Method of Early Childhood Education Using Islamic Psychology Perspective yang mempertemukan perspektif psikologi Islam dengan kajian pendidikan anak usia dini.

Ragam publikasi tersebut memperlihatkan keluasan cakupan pemikiran Prof. Ilman Nafia. Isu pendidikan, agama, keluarga, perempuan, psikologi, dan transformasi sosial menjadi bagian dari perhatian akademik yang terus dikembangkan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kajian keislaman dapat hadir secara dialogis dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan modern.

Karya Buku: Merawat Tradisi Intelektual dan Merespons Persoalan Kontemporer

Selain menghasilkan publikasi ilmiah, Prof. Ilman Nafia juga aktif mengembangkan pemikiran melalui penulisan buku. Karya-karyanya menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan secara lebih luas, khususnya mengenai hubungan antara Islam, pendidikan, perubahan sosial, dan dinamika kehidupan masyarakat.

Salah satu karya yang memiliki relevansi dengan perkembangan perguruan tinggi adalah Muhsin Sejati: Model Integrasi Pendidikan Islam di Era Siber. Buku ini mengangkat gagasan integrasi pendidikan Islam dalam menghadapi perkembangan era digital. Tema tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan perguruan tinggi untuk membangun sistem pendidikan yang mampu memadukan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai keislaman.

Perhatian terhadap tata kelola perguruan tinggi juga terlihat dalam buku Kampus, Kuasa dan Kekerasan Seksual: Agency Perempuan dalam Tata Kelola PPKS di Universitas Indonesia–Malaysia. Melalui tema tersebut, beliau turut mengangkat persoalan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi serta pentingnya memahami agensi perempuan dalam tata kelola pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Pada ranah inklusivitas, terdapat buku Inklusi di Kampus Beragama: Perempuan Difabel, Norma Kepantasan, dan Politik Akses. Karya ini mengangkat persoalan aksesibilitas dan inklusi di lingkungan kampus keagamaan, terutama berkaitan dengan pengalaman perempuan difabel dan berbagai aspek yang memengaruhi akses mereka terhadap ruang pendidikan.

Sementara itu, buku Islam dan Transformasi Sosial: Percikan Pemikiran Para Intelektual Pergerakan Indonesia memperlihatkan perhatian terhadap hubungan antara pemikiran Islam dan perubahan sosial. Beliau juga menulis Agensi Perempuan Muslim dalam Ruang Diaspora: Identitas, Moderasi Beragama & Kohesi Sosial di Maroko, yang mengembangkan pembahasan mengenai perempuan Muslim dalam konteks masyarakat lintas negara.

Karya lainnya meliputi Jejak Intelektual dan Pergerakan PMII, Jangan Diam: Memerangi Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan, Dinamika Relasi Nahdlatul Ulama (NU) dan Negara, Mengarungi Jejak Visionary Leadership Sang Profesor, serta Gus Dur di Mata Wong Cirebon: Refleksi Tokoh-tokoh Cirebon atas Berbagai Pemikiran dan Gerakan KH. Abdurrahman Wahid.

Keseluruhan karya tersebut menunjukkan bahwa perhatian intelektual Prof. Ilman Nafia tidak terbatas pada satu bidang kajian. Beliau mengembangkan pemikiran yang menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan persoalan pendidikan, kepemimpinan, kesetaraan, kebudayaan, dan transformasi masyarakat. Melalui buku, gagasan akademik dapat menjangkau pembaca yang lebih luas sekaligus menjadi bagian dari dokumentasi perkembangan pemikiran Islam kontemporer.

Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual dan Inovasi Akademik

Komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan juga diwujudkan melalui karya yang memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dalam rekam jejaknya, Prof. Ilman Nafia memiliki sejumlah karya yang tercatat memperoleh pencatatan HKI.

Beberapa di antaranya adalah Gender, Disability & Religion: A Critical Analysis of Inclusive Policies in Higher Education Muslim-Majority Countries in Indonesia and Tunisia, yang mengangkat analisis kritis terhadap kebijakan inklusif di perguruan tinggi negara mayoritas Muslim. Karya lainnya berjudul Transformasi Kelembagaan Menuju UINSI: Integrasi Ilmu Pengetahuan & Nilai-nilai Islam di Era Digital.

Selain itu, terdapat karya Peran Guru Besar dalam Peningkatan Mutu PT (Studi Kasus IAIN Syekh Nurjati Cirebon) yang membahas kontribusi Guru Besar dalam pengembangan mutu perguruan tinggi. Karya lain meliputi Staffing dan Psikologi Kuasa Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Islam dalam Meningkatkan Manajemen Kinerja Sumber Daya Manusia, Psikologi Berperspektif Feminis, serta The Implementation of The Integration of Science and Islam in Curriculum Development in Indonesia, Malaysia and Brunei.

Kehadiran berbagai karya tersebut memperlihatkan upaya untuk mendokumentasikan sekaligus mengembangkan gagasan akademik yang memiliki relevansi terhadap kebutuhan pendidikan tinggi. Pengembangan HKI juga menjadi salah satu bentuk kontribusi intelektual dalam memperkuat budaya akademik dan produktivitas keilmuan.

Pengabdian Organisasi: Membangun Jejaring dan Kepemimpinan Sosial

Di luar lingkungan perguruan tinggi, Prof. Ilman Nafia memiliki pengalaman panjang dalam organisasi dan komunitas profesional. Kiprah organisasinya telah dimulai sejak masa mahasiswa ketika dipercaya menjadi Ketua Umum PMII Cabang Cirebon periode 1994–1995.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pengembangan kepemimpinan dan pengabdiannya. Setelah itu, beliau dipercaya menjabat sebagai Ketua ISNU Kota Cirebon periode 2002–2014. Keterlibatan dalam organisasi tersebut kemudian berlanjut melalui amanah sebagai Ketua Wilayah Jawa Barat Asosiasi Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (ASPII) periode 2016–2020.

Pada 2023, beliau dipercaya menjadi Dewan Ahli/Pembina ISNU Jawa Barat. Selanjutnya, pada 2026, beliau memperoleh amanah sebagai Ketua Umum IKA PMII Cabang Cirebon Raya periode 2026–2030.

Pengalaman organisasi tersebut memperlihatkan kesinambungan pengabdian Prof. Ilman Nafia dalam berbagai ruang kehidupan sosial dan intelektual. Organisasi menjadi salah satu ruang untuk membangun komunikasi, memperluas jejaring, serta mengembangkan kontribusi bagi masyarakat. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada jabatan struktural, tetapi juga pada keterlibatan dalam komunitas dan lingkungan profesional.

Pengalaman Internasional: Memperluas Perspektif Keilmuan Lintas Negara

Perkembangan ilmu pengetahuan menuntut seorang akademisi untuk memiliki wawasan yang terbuka terhadap berbagai pengalaman dan perspektif global. Hal tersebut tercermin melalui keterlibatan Prof. Ilman Nafia dalam sejumlah kegiatan akademik dan penelitian di berbagai negara.

Pada 2009, beliau mengikuti kegiatan Short Course on Islamic Studies di Australia yang didukung oleh DIKTIS. Pengalaman tersebut menjadi salah satu kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai kajian Islam dalam lingkungan akademik internasional.

Pada 2016, beliau melakukan penelitian mengenai pendidikan Islam di Indonesia dan Thailand. Selanjutnya, pada 2024, beliau terlibat dalam riset di Malaysia mengenai agensi pemimpin perempuan perguruan tinggi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual melalui studi komparatif Indonesia dan Malaysia.

Pengalaman internasional berlanjut pada 2025 melalui penelitian mengenai peran strategis diaspora perempuan Muslim Indonesia dalam membangun kohesi sosial dan moderasi beragama di Maroko. Pada tahun yang sama, beliau juga melakukan riset mengenai kebijakan inklusif perguruan tinggi keagamaan di Indonesia dan Tunisia dengan analisis kritis perspektif gender, disabilitas, dan agama.

Pada 2026, perhatian penelitian internasionalnya berkembang ke Tiongkok melalui kajian mengenai dinamika keagamaan dan aksesibilitas halal mahasiswa Muslim internasional di tengah keterbatasan institusional pendidikan vokasi China.

Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penelitian lintas negara menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya. Isu pendidikan Islam, moderasi beragama, inklusi, perempuan, dan kehidupan Muslim di tengah masyarakat global menjadi tema yang terus memperoleh perhatian. Pengalaman tersebut juga memperkaya perspektif dalam melihat persoalan pendidikan tinggi Islam di Indonesia melalui perbandingan dan dialog dengan konteks internasional.

Penghargaan dan Pengakuan atas Dedikasi Akademik

Perjalanan panjang dalam dunia pendidikan dan pengabdian akademik turut memperoleh pengakuan melalui sejumlah penghargaan. Pada 2017, Prof. Ilman Nafia menerima penghargaan The Best Lecturer According to EDSA dari English Department Students Association UIN Cirebon. Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kiprahnya sebagai pendidik di lingkungan perguruan tinggi.

Selanjutnya, pada 2019, beliau menerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut tercatat sebagai bentuk pengakuan atas masa pengabdian dan dedikasinya selama dua dekade.

Berbagai pencapaian tersebut melengkapi perjalanan panjang Prof. Ilman Nafia dalam dunia pendidikan tinggi. Namun, lebih dari sekadar penghargaan, perjalanan akademik dan kepemimpinannya memperlihatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan kelembagaan maupun masyarakat.

Menguatkan Pascasarjana sebagai Ruang Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Kini, dengan pengalaman akademik, penelitian, organisasi, serta kepemimpinan yang dimiliki, Prof. Dr. H. Ilman Nafia, M.Ag. mengemban amanah sebagai Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon periode 2025–2027. Posisi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam, khususnya pada jenjang magister dan doktor.

Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki peran strategis dalam melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam penguasaan keilmuan, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks tersebut, pengalaman Prof. Ilman Nafia di bidang penelitian, publikasi internasional, pengembangan kelembagaan, serta jejaring akademik lintas negara menjadi bekal yang relevan bagi pengembangan Pascasarjana.

Transformasi pendidikan tinggi di era siber juga menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru. Perkembangan teknologi digital menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan penyesuaian dalam proses pembelajaran, pengelolaan akademik, pengembangan penelitian, dan penyebarluasan ilmu pengetahuan. Namun, transformasi tersebut tetap perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman, integritas akademik, dan tanggung jawab sosial.

Melalui perjalanan panjangnya, Prof. Ilman Nafia merepresentasikan sosok akademisi yang mengembangkan keilmuan melalui berbagai ruang pengabdian. Pengalaman sebagai peneliti, penulis, pemimpin organisasi, d

● pascasarjana.uinssc.ac.id
✉ pascasarjana@uinssc.ac.id
f Instagram
▶ YouTube
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas