Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendorong pemanfaatan lahan secara optimal sebagai salah satu langkah sederhana untuk mendukung ketahanan pangan skala kecil. Melalui pengelolaan lahan yang tersedia, pemanfaatan area kosong menjadi lahan produktif diharapkan dapat mendukung kemandirian pangan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan yang berkelanjutan.
Pemanfaatan lahan dapat dilakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan, seperti cabai, tomat, kangkung, bayam, dan tanaman sayuran lainnya. Selain itu, penggunaan pot, polybag, serta sistem tanam vertikal dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan. Upaya ini memungkinkan ruang yang sebelumnya kurang produktif menjadi area yang bermanfaat untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan sehari-hari.

Kepala Subbagian Umum Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Nasrullah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan merupakan salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami berharap pemanfaatan lahan di lingkungan Pascasarjana dapat memberikan manfaat nyata, meskipun dilakukan dalam skala kecil. Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta upaya menumbuhkan nilai kemandirian, tanggung jawab, dan keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ketahanan pangan skala kecil tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mendorong kemandirian, kreativitas, dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada. Dengan memanfaatkan lahan secara tepat, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar serta memperoleh bahan pangan yang lebih mudah dijangkau. Kegiatan ini juga dapat menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan pentingnya proses menanam, merawat, hingga memanen tanaman pangan.
Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan pemanfaatan lahan turut mendukung pelestarian lingkungan melalui penghijauan, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, serta penggunaan air secara efisien. Penerapan praktik pertanian sederhana yang ramah lingkungan diharapkan mampu menciptakan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, pemanfaatan lahan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 2, yaitu Tanpa Kelaparan, dan poin 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Dengan demikian, pengelolaan lahan tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menumbuhkan nilai kemandirian, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat gotong royong.