Prof. Sugianto Bawa Semangat Kolaborasi UIN Siber ke Forum ASEANAKA di Malaysia
Program Doktor Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon hadir dalam rangkaian Program ASEANAKA yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Program yang digelar pada 29 September hingga 5 Oktober 2026 tersebut mempertemukan sekitar 40 perguruan tinggi dari Indonesia, mulai dari PTN, PTKIN, PTS, hingga PTKIS. Pertemuan ini menjadi ruang bagi para akademisi untuk memperluas koneksi sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai mitra di Malaysia.
Kehadiran Prof. Sugianto dalam forum tersebut menjadi bagian dari langkah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk membangun hubungan akademik yang lebih luas di tingkat regional ASEAN. Tidak hanya berorientasi pada pertemuan formal, jejaring yang dibangun diharapkan dapat berkembang menjadi program kerja sama yang konkret.
Membuka Ruang Kerja Sama Lintas Negara
Menurut Prof. Sugianto, forum ASEANAKA memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi Indonesia untuk melihat secara langsung berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama institusi maupun mitra di Malaysia.
“Kegiatan ASEANAKA ini menjadi ruang yang baik untuk membangun jejaring dan membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dengan mitra di Malaysia. Kita berharap pertemuan ini tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kerja sama lainnya,” ujar Prof. Sugianto.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan perluasan jaringan, tetapi juga bagaimana hubungan yang telah dibangun dapat menghasilkan manfaat bagi kegiatan akademik dan masyarakat.
Pertemukan Perguruan Tinggi dengan Dunia Usaha
Salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan berlangsung di Majelis Dagang Malaysia. Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pengarahan dari Prof. Dato Ibrahim, Advisor Global UMKM Malaysia, dan Hj. Zuraeni, CEO Global UMKM Malaysia.
Forum tersebut membuka pembahasan mengenai peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan berbagai pihak, khususnya dalam bidang pengembangan UMKM, pendidikan, jejaring bisnis, dan peningkatan sumber daya manusia.
Bagi Prof. Sugianto, hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas manfaat pendidikan tinggi.
“Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik dan pengetahuan, sementara dunia usaha memiliki pengalaman serta kebutuhan nyata di lapangan. Pertemuan seperti ini dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan keduanya dalam kerja sama yang saling memberikan manfaat,” jelasnya.
Memperkuat Langkah Internasionalisasi Pascasarjana
Keikutsertaan Prof. Sugianto dalam ASEANAKA juga sejalan dengan agenda internasionalisasi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sebelumnya, Pascasarjana telah menjalankan berbagai agenda akademik di Malaysia yang diarahkan pada penguatan jejaring, kerja sama, riset, publikasi, dan pengembangan kapasitas sivitas akademika.
Melalui jejaring yang terus diperluas, UIN Siber Cirebon memiliki peluang untuk mengembangkan kerja sama pada berbagai bidang, termasuk pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan sumber daya manusia.
Prof. Sugianto menegaskan bahwa keterbukaan terhadap jejaring internasional merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan global sekaligus tetap memberikan manfaat yang relevan bagi masyarakat.
Dari Jejaring Menuju Kolaborasi Nyata
Program ASEANAKA di Kuala Lumpur menjadi salah satu momentum bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus membuka ruang kerja sama di tingkat internasional.
Ke depan, jejaring yang terbentuk melalui forum tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi berbagai program yang memberikan dampak nyata, baik bagi perguruan tinggi, mahasiswa, dosen, dunia usaha, maupun masyarakat.
Bagi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, langkah ini sekaligus memperkuat semangat untuk menghadirkan lingkungan akademik yang semakin terbuka terhadap kolaborasi global, inovasi, dan pertukaran pengetahuan lintas negara.
Dari Kuala Lumpur, UIN Siber Cirebon terus membuka jalan bagi kolaborasi akademik yang lebih luas—menghubungkan pengetahuan, jejaring, dan peluang untuk menghasilkan kontribusi yang berkelanjutan.