Pascasarjana UIN Siber Cirebon Perkuat Kontribusi Akademik dalam Pembinaan Ideologi Pancasila melalui Capaian Dua Guru Besar
Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan peran strategisnya dalam pengembangan keilmuan dan penguatan karakter kebangsaan melalui capaian akademisi di lingkungan perguruan tinggi. Dua guru besar, Prof. Dr. H. E. Sugianto, M.H. dan Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., S.M., M.Ag., dinyatakan lolos kualifikasi pada tahapan asesmen dan rekam jejak Program Sertifikasi Calon Maheswara/Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya Pascasarjana, sekaligus mencerminkan kontribusi akademisi dalam memperluas peran pendidikan tinggi untuk membangun kesadaran kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, dan memperkuat karakter masyarakat melalui pendekatan akademik. Kelulusan pada tahap asesmen dan rekam jejak merupakan bagian dari proses seleksi untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi calon pengajar Diklat PIP. Tahapan ini menjadi kesempatan untuk memperdalam kompetensi dalam menyampaikan materi pembinaan ideologi Pancasila secara sistematis, kontekstual, dan sesuai dengan tantangan kehidupan masyarakat saat ini.
Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian yang diraih kedua guru besar tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan kebanggaan bagi institusi sekaligus wujud kontribusi akademisi dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui dunia pendidikan.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Pascasarjana untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan, menjaga integritas, serta menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berorientasi pada pembentukan karakter dan tanggung jawab kebangsaan.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala Subbagian Umum Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Nasrullah, S.Ag., M.Pd.I. Ia mengucapkan selamat atas keberhasilan kedua guru besar tersebut dan berharap capaian ini dapat memberikan semangat positif bagi seluruh sivitas akademika dalam mengembangkan budaya akademik yang produktif dan berintegritas
Lebih lanjut, capaian tersebut sejalan dengan komitmen Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kapasitas akademik, tetapi juga pada pembentukan integritas, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah perkembangan teknologi digital dan dinamika sosial yang semakin kompleks, nilai-nilai Pancasila perlu dihadirkan melalui pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengintegrasikan pengetahuan, nilai keagamaan, dan semangat kebangsaan agar dapat diterapkan dalam kehidupan akademik maupun masyarakat luas.
Prof. Dr. H. E. Sugianto, M.H. menyampaikan bahwa kelulusan pada tahapan tersebut merupakan amanah sekaligus motivasi untuk terus memperdalam pemahaman mengenai Pancasila dan mengembangkan pendekatan pendidikan kebangsaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., S.M., M.Ag. menekankan pentingnya membangun keselarasan antara nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan sebagai landasan kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, dan saling menghormati.
Keterlibatan akademisi dalam program pembinaan ideologi Pancasila juga membuka peluang bagi penguatan peran perguruan tinggi dalam pendidikan karakter, pengembangan wawasan kebangsaan, serta penyebarluasan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda. Sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga negara diharapkan dapat memperluas jangkauan pendidikan Pancasila secara lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui capaian ini, Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan terus memperkuat budaya akademik yang berlandaskan integritas, moderasi, penghargaan terhadap keberagaman, dan tanggung jawab kebangsaan. Keberhasilan kedua guru besar tersebut menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas pengabdian, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan kehidupan berbangsa di Indonesia.
Informasi Kegiatan
Galeri Kegiatan


