
BANDUNG — Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemberdayaan masyarakat terus mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kegiatan edukasi dan pendampingan di Perumahan Bandung City View 2, Jalan Laguna III, Kota Bandung, pada Selasa (30/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah maupun fasilitas umum (fasum) sebagai kawasan produktif yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh tim akademisi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang berasal dari berbagai disiplin keilmuan, yakni Prof. Dr. Hj. Huriyah, M.Pd., Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag., Prof. Dr. H. Abdul Aziz, M.Ag., dan Dr. Hj. Sri Rokhlinasari, M.Si. Kehadiran para akademisi ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat sekaligus mengembangkan praktik pemberdayaan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup warga.
Rombongan disambut hangat oleh tokoh masyarakat setempat, Ibu Lusy, yang juga dikenal sebagai ustazah serta pembina majelis pengajian ibu-ibu di lingkungan Bandung City View 2. Tim PkM menilai bahwa peran tokoh masyarakat memiliki arti strategis dalam memastikan keberlangsungan program, karena mampu menjadi penghubung antara perguruan tinggi dengan masyarakat sekaligus menggerakkan partisipasi warga dalam setiap kegiatan pemberdayaan.
Dalam diskusi yang berlangsung secara interaktif, muncul gagasan untuk menjadikan majelis pengajian sebagai media edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan pekarangan dan pelestarian lingkungan. Pendekatan tersebut dinilai efektif karena memadukan nilai-nilai keagamaan dengan pengetahuan praktis, sehingga kelompok ibu-ibu diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam membangun budaya menanam dan memanfaatkan lahan di lingkungan keluarga.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, tim PkM menemukan bahwa kawasan Bandung City View 2 memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan urban farming. Letaknya yang berada di kawasan perbukitan dengan kondisi tanah yang subur, didukung ketersediaan air yang melimpah serta iklim yang sejuk, menjadi modal utama bagi pengembangan pertanian skala rumah tangga. Selain itu, masih terdapat sejumlah lahan pekarangan dan fasilitas umum yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi dijadikan area budidaya tanaman produktif.
Melalui program ini, masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan tersebut dengan menanam berbagai kebutuhan dapur, seperti sayuran hijau, cabai, tomat, serta Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menciptakan ruang hijau yang lebih asri di kawasan permukiman.
Tim Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga memperkenalkan konsep Eco-Community, yaitu model pemberdayaan masyarakat yang memadukan pengelolaan lingkungan produktif dengan penguatan modal sosial warga. Budaya gotong royong, kepedulian antartetangga, dan kebersamaan yang telah tumbuh di lingkungan perumahan dipandang sebagai kekuatan utama dalam mewujudkan kawasan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Perwakilan tim Pengabdian kepada Masyarakat Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional dapat dibangun dari langkah-langkah sederhana yang dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pekarangan rumah yang dikelola secara optimal mampu menjadi sumber pangan sehat sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. "Pekarangan rumah yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pangan sehat, memperkuat kebersamaan warga, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Inilah bentuk pengabdian ilmu yang ingin terus dihadirkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk masyarakat," ujarnya.
Melalui kegiatan pengabdian di Kota Bandung ini, Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap model pemberdayaan pekarangan berbasis komunitas perkotaan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai kawasan permukiman di Indonesia. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan warga, upaya mewujudkan ketahanan pangan keluarga diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan mandiri.