Berita & Informasi

Dari Perspektif Mahasiswa, BKI S1 Gali Pemahaman tentang Kesehatan Mental bersama Mahasiswa S2 Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

BKI S1 DAN MAHASISWA S2 BERSAMA GALI ISU KESEHATAN MENTAL

Dari Perspektif Mahasiswa, BKI S1 Gali Pemahaman tentang Kesehatan Mental bersama Mahasiswa S2 Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 

▣ 7 Oktober 2026
|
● Pascasarjana UIN Siber
|
⌖ Cirebon
Sidang Tertutup Disertasi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) S1 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Muftia Nur Izza dan Lis Fitriani Agustine, melakukan wawancara bersama mahasiswa Program Pascasarjana, Gizka Amalia Putri dan Nurlaeli Mahmudah. Kegiatan tersebut mengangkat tema kesehatan mental sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan akademik. produktif tidak hanya dipandang sebagai kegiatan penghijauan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan wawancara menjadi ruang dialog antarmahasiswa untuk membahas pengalaman, pandangan, serta berbagai tantangan yang berkaitan dengan kesehatan mental. Melalui komunikasi secara langsung, mahasiswa BKI S1 dapat menggali bagaimana mahasiswa S2 menghadapi dinamika perkuliahan, tuntutan akademik, pengelolaan waktu, hingga upaya menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan kehidupan pribadi.

Menggali Pengalaman dan Kesadaran Mahasiswa

Dalam wawancara tersebut, Muftia Nur Izza dan Lis Fitriani Agustine menggali perspektif Gizka Amalia Putri dan Nurlaeli Mahmudah mengenai pengalaman menjalani pendidikan di jenjang Pascasarjana. Pembahasan tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik, tetapi juga bagaimana mahasiswa mengenali kondisi diri, menghadapi tekanan, menjaga motivasi, serta membangun pola hidup yang dapat mendukung kesehatan mental.  Gizka Amalia Putri, mahasiswa S2, menyampaikan bahwa menjaga kesehatan mental merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk mengenali batas kemampuan diri agar berbagai tuntutan akademik dapat dihadapi dengan lebih baik.

“Kita perlu mengenali kondisi diri, mengatur waktu dengan baik, dan tidak ragu mencari dukungan ketika menghadapi tekanan,” ujarnya. , Gizka Amalia Putri.
Sementara itu, Nurlaeli Mahmudah menilai bahwa keseimbangan antara aktivitas akademik dan kehidupan pribadi menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan oleh mahasiswa. Menurutnya, fokus terhadap perkuliahan perlu diimbangi dengan waktu untuk beristirahat dan menjaga kondisi diri.
“Selain fokus pada akademik, mahasiswa juga perlu memberikan waktu untuk diri sendiri agar tetap sehat, tenang, dan seimbang,” tuturnya,” ujarnya., Nurlaeli Mahmudah.

Menggali Pengalaman dan Kesadaran Mahasiswa

Pertukaran pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa kesehatan mental mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kondisi emosional, tetapi juga kemampuan mengelola aktivitas, menjaga relasi, serta menciptakan waktu untuk beristirahat dan melakukan kegiatan positif. Dari sisi mahasiswa BKI S1, Muftia Nur Izza mengatakan bahwa wawancara tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami isu kesehatan mental secara langsung dari perspektif mahasiswa.

“Kami belajar bahwa kesehatan mental perlu diperhatikan, terutama ketika menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan dalam kehidupan akademik,” ujarnya. , Muftia Nur Izza.,
Sementara itu, Lis Fitriani Agustine menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus belajar memahami pengalaman orang lain.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk belajar mendengarkan, menggali informasi, dan memahami kondisi seseorang dengan lebih bai” ujarnya.,Lis Fitriani Agustine.,
Membangun Lingkungan Akademik yang Peduli Kegiatan wawancara ini juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi. Pembahasan secara terbuka diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap kondisi diri maupun orang-orang di sekitarnya. Kepala Subbagian Tata Usaha Pascasarjana, Nasrullah, S.Pd.I., M.Pd.I., mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik.
“Kesehatan mental merupakan bagian penting dalam mendukung proses pendidikan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kepedulian dan saling mendukung di lingkungan kampus,,” ujarnya. , Nasrullah, S.Pd.I., M.Pd.I.

Informasi Kegiatan

▣ Tanggal: Rabu, 7 Oktober  2026 
⌖ Tempat: Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
⌖      Nilai yang Terkandung: Kepedulian, empati, dan kesadaran terhadap kesehatan mental

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa BKI S1 memperoleh pengalaman dalam menggali informasi, membangun komunikasi, serta memahami isu kesehatan mental dari pengalaman mahasiswa S2 secara langsung. Sementara itu, mahasiswa S2 turut berbagi pengalaman dan pandangan yang dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa lainnya dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik dan kehidupan sehari-hari. Kegiatan wawancara antara Muftia Nur Izza, Lis Fitriani Agustine, Gizka Amalia Putri, dan Nurlaeli Mahmudah diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga mampu menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan kampus. Melalui keterbukaan dalam berbagi pengalaman dan membangun komunikasi yang positif, mahasiswa diharapkan mampu lebih mengenali kondisi diri, mengelola tekanan, serta menciptakan lingkungan akademik yang sehat, nyaman, dan saling mendukung.

● pascasarjana.uinssc.ac.id
✉ pascasarjana@uinssc.ac.id
f Instagram
▶ YouTube

Galeri Kegiatan

Dokumentasi mahasiswa S1 & S2 gali Isu Kesehatan Mental 
Dokumentasi Sidang Tertutup 1
Dokumentasi Sidang Tertutup 2
Dokumentasi Sidang Tertutup 2
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas