Berita & Informasi

Bedah Disertasi Ipih Hidawati, Membentuk Kecerdasan Spiritual Santri di Era Digital: Sinergi Keteladanan dan Bimbingan Guru di SMP Pesantren Binaul Ummah Kuningan

TINJAUAN DISERTASI DOKTOR PASCASARJANA UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON

Membentuk Kecerdasan Spiritual Santri di Era Digital: Sinergi Keteladanan dan Bimbingan Guru di SMP Pesantren Binaul Ummah Kuningan

Cirebon, 9 September 2026 — Hasil penelitian disertasi doktor Ipih Hidawati dari Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengungkapkan bahwa pembentukan kecerdasan spiritual peserta didik tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan melalui sinergi integratif keteladanan dan bimbingan guru.
▣ 9 September 2026
|
● Pascasarjana UIN Siber
|
⌖ Cirebon
6a7e81d4592a8_1786675668.jpg

Laju perkembangan teknologi digital dan media sosial membawa tantangan serius bagi tumbuh kembang generasi muda. Berbagai laporan menunjukkan meningkatnya kesulitan emosional, krisis kompas moral, hingga memudarnya kesadaran spiritual pada remaja. Di sisi lain, sistem pendidikan nasional dan lembaga formal masih sering berfokus pada kecerdasan intelektual (IQ) semata, sementara pengembangan kecerdasan spiritual (SQ) belum terintegrasi secara sistematis.

Pondok pesantren idealnya menjadi ruang pendidikan holistik bagi pembentukan insan kamil. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan pesantren pun menghadapi tantangan seperti penurunan partisipasi ibadah dan pengaruh gaya hidup luar.

Disertasi doktor karya Ipih Hidawati (NIM 2387010001) yang berjudul “Implementasi Keteladanan dan Bimbingan Guru dalam Pembentukan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMP Pondok Pesantren Binaul Ummah Kuningan” pada Program Doktor PAI Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (di bawah bimbingan Prof. Dr. Jamali, M.Ag., Prof. Didin Nurul Rosyidin, M.A., Ph.D., dan Prof. Dr. Widodo Winarso, M.Pd.I) mengkaji secara mendalam bagaimana interaksi pedagogis antara guru dan santri dapat membentuk kecerdasan spiritual secara berkelanjutan.

1. Metodologi dan Kerangka Teori Multidisiplin

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang diperkaya oleh eksplorasi data komprehensif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam (terhadap mudir, guru, santri, dan orang tua), serta studi dokumentasi.

Kerangka teoretis disertasi ini disusun secara hierarkis dalam tiga tingkatan:

  • Grand Theory: Teori Pendidikan Humanistik-Spiritual (Abraham Maslow & Carl Rogers) yang dipadukan dengan konsep pendidikan Islam klasik (tazkiyat al-nafs Imam al-Ghazali dan adab Syekh al-Zarnuji).
  • Middle Theory: Teori Pembelajaran Sosial / Modeling (Albert Bandura) dan Teori Konseling Humanistik (Carl Rogers).
  • Sub-Range / Applied Theory: Teori Kecerdasan Spiritual / SQ (Danah Zohar & Ian Marshall).

2. Temuan Utama: Sinergi Dua Pilar Pedagogis

Temuan kunci dari penelitian ini mengungkapkan dua pilar utama dalam pembentukan kecerdasan spiritual siswa:

• Keteladanan Guru (Living Values): Keteladanan guru (uswah hasanah) berfungsi sebagai wujud nyata dari nilai-nilai spiritual yang dihidupkan dalam keseharian. Santri belajar bukan dari instruksi verbal semata, melainkan dari mengamati konsistensi ibadah guru (sholat berjamaah, dhuha, tadarus), kejujuran, kedisiplinan, kesederhanaan, serta kesabaran guru saat menyelesaikan masalah.

• Bimbingan Guru (Mekanisme Pedagogis Reflektif): Bimbingan guru berperan sebagai机制 pedagogis yang mengarahkan proses internalisasi nilai secara reflektif dan personal. Melalui pendekatan yang hangat dan empatik, guru membimbing santri memahami alasan moral serta makna transendental di balik rutinitas ibadah, membantu pengelolaan emosi, serta memberikan pendampingan konseling saat santri menghadapi krisis diri.

• Efektivitas Sinergi Integratif: Penelitian menyimpulkan bahwa sinergi antara keteladanan dan bimbingan guru menghasilkan pendekatan integratif yang jauh lebih efektif dibandingkan jika keduanya diterapkan secara parsial. Keteladanan memberikan contoh konkret yang dapat diamati (living model), sementara bimbingan memperdalam kesadaran batin siswa sehingga nilai spiritual tersebut dihayati secara mandiri, bukan sekadar karena takut hukuman.

3. Faktor Pendukung dan Penghambat di Era Modern

Implementasi bimbingan dan keteladanan di lingkungan pesantren dipengaruhi oleh dinamika internal maupun eksternal:

Faktor Pendukung:

  • Budaya religius pesantren yang terkondisikan (rutinitas sholat berjamaah, dzikir, dan tadarus Al-Qur'an).
  • Kedekatan emosional dan hubungan empatik yang kuat antara guru/musyrif dan santri.
  • Sinergi tri-pusat pendidikan melalui komunikasi aktif antara pihak sekolah, pembina asrama, dan orang tua murid.

Faktor Penghambat:

  • Terpaan negatif media sosial dan teknologi digital yang tidak terkontrol di luar pesantren.
  • Terpaan gaya hidup materialistis dan konsumerisme yang menggeser pemaknaan nilai kesederhanaan.
  • Rendahnya motivasi intrinsik sebagian santri yang masih menjalankan ibadah sebatas rutinitas formalitas.

4. Kebaruan Akademik (Novelty) & Implikasi Praktis

Kebaruan dari disertasi ini terletak pada perumusan model sinergis integratif antara keteladanan dan bimbingan guru yang memadukan khazanah pendidikan Islam klasik (uswah dan tazkiyah) dengan teori psikopedagogi modern (modeling Bandura, bimbingan Rogers, dan SQ Zohar-Marshall) dalam konteks ekosistem pesantren modern. Penelitian ini membuktikan bahwa pembentukan kecerdasan spiritual terjadi melalui kombinasi simultan antara role modeling, dialog reflektif, dan pengondisian lingkungan.

“Sinergi antara keteladanan nyata dan bimbingan empatik guru menciptakan ekosistem pembentukan kecerdasan spiritual yang utuh dan transformatif bagi santri dalam menghadapi disrupsi era digital.” — Dr. Ipih Hidawati

Rekomendasi Praktis Penelitian:

  1. Pengembangan Pendidik: Pentingnya menyelenggarakan pelatihan berkala bagi guru/ustadz terkait spiritual coaching, konseling Islami empatik, dan teknik pendekatan humanis.
  2. Integrasi Kurikulum: Meniupkan nilai-nilai spiritual ke dalam seluruh mata pelajaran umum (IPA, IPS, Matematika), bukan hanya terisolasi pada mata pelajaran agama.
  3. Kemitraan Sekolah & Keluarga: Membangun forum komunikasi dan panduan spiritual parenting agar pola pembinaan di pesantren berkesinambungan saat santri berada di rumah.

Ringkasan Komponen Utama Disertasi

▣ Peneliti: Dr. Ipih Hidawati (NIM 2387010001)
▣ Program Studi: S3 Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana UIN Siber Cirebon
▣ Lokus Penelitian: SMP Pondok Pesantren Binaul Ummah Kuningan
▣ Tim Pembimbing: Prof. Dr. Jamali, M.Ag., Prof. Didin Nurul Rosyidin, M.A., Ph.D., & Prof. Dr. Widodo Winarso, M.Pd.I.
⌖ Kerangka Teori: Pendidikan Humanistik (Maslow/Rogers), Modeling (Bandura), & SQ (Zohar & Marshall)
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas